Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Abdi Karya (YADIKA) atas prakarsa Raja D. L. Sitorus pada tahun 1987 dengan Keputusan Nomor: 048A/ SK/U/YAK/VIII/87. Pendirian universitas ini dilandasi oleh gagasan untuk menghadirkan institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat.
Nama "Satya Negara Indonesia" dipilih karena mencerminkan nilai-nilai kesetiaan, integritas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan di USNI dan terus menjadi bagian dari identitas universitas hingga saat ini.
Pada masa awal penyelenggaraannya, USNI membuka lima fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), serta Fakultas Politik dan Hubungan Internasional. Pembukaan fakultas-fakultas tersebut menjadi langkah awal pengembangan bidang-bidang keilmuan yang dibutuhkan pada masanya. Seiring perkembangan institusi dan dinamika pendidikan tinggi, struktur fakultas mengalami penyesuaian. Fakultas MIPA tidak lagi diselenggarakan, sementara fakultas lainnya terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari proses pendiriannya, Universitas Satya Negara Indonesia memperoleh pengakuan penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0248/O/1989 tanggal 15 Mei 1989 tentang Pemberian Status Terdaftar kepada Fakultas/Jurusan/Program Studi di lingkungan Universitas Satya Negara Indonesia di Jakarta, maka USNI resmi berdiri dengan Status Terdaftar.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan USNI sebagai institusi pendidikan tinggi. Setelah memperoleh status tersebut, Yayasan Abdi Karya bersama pimpinan universitas melakukan berbagai penyempurnaan di bidang akademik dan administrasi, antara lain melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, pengembangan tata kelola kelembagaan, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Perjalanan USNI selanjutnya ditandai dengan pergantian kepemimpinan yang berlangsung secara berkesinambungan. Rektor USNI yang pertama adalah Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA, (periode 1989-1993) dan dilanjutkan oleh Dj. L. Aroean, S.H. (Sekretaris Dewan Penyantun USNI) sebagai pejabat sementara Rektor yang berlangsung dalam beberapa bulan pada tahun 1993 sampai dengan tanggal 11 Februari 1994.
Pada tanggal 11 Februari 1994, Ketua Badan Pengurus Yadika/Badan Penyelenggara USNI, Raja D. Lungguk Sitorus melantik Rektor USNI yang baru, yaitu Prof. Dr. W.P. Napitupulu. Selanjutnya, pada tanggal 21 Nopember 2000, Ketua BP Yadika/Badan Penyelenggara USNI melantik Pjs Rektor USNI, yaitu Antonius Pasaribu, MBA menggantikan Rektor sebelumnya.
Sejak 1 April 2007 hingga 21 Maret 2009 USNI dipimpin oleh Dr. Andreas Yumarma dan pada tanggal 1 April 2009 hingga 30 April 2017 Rektor dijabat oleh Prof. Dr. Lijan P. Sinambela, MM. M.Pd, tanggal 1 Mei 2017 hingga 31 Mei 2018 Rektor dijabat oleh Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si dan sejak tanggal 1 Juni 2018 hingga 31 Maret 2022 Rektor dijabat oleh Dra. Merry L. Panjaitan, MM., MBA. Rektor USNI 1 April 2022 hingga 30 April 2023 dijabat oleh Prof. Johner Sitompul, M.Sc., Ph.D.
Saat ini Rektor USNI dijabat oleh Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., M.B.A sejak 1 Mei 2023. Di bawah kepemimpinannya, USNI terus mengembangkan penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra dari dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
Memasuki usia lebih dari tiga dekade, Universitas Satya Negara Indonesia terus melakukan pengembangan sebagai institusi pendidikan tinggi yang menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Pada masa awal penyelenggaraannya, USNI membuka lima fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), serta Fakultas Politik dan Hubungan Internasional. Seiring dengan perkembangan institusi dan kebutuhan pendidikan tinggi, struktur fakultas mengalami penyesuaian sehingga saat ini USNI menyelenggarakan pendidikan melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Program Pascasarjana.
Saat ini, USNI menyelenggarakan pendidikan melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Program Pascasarjana Manajemen. Dengan berlandaskan nilai-nilai integritas, mutu, dan pengabdian kepada masyarakat, USNI terus melanjutkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.