• humas@usni.ac.id
  • 082128587517
  • (021) 739 8393
Logo USNI
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
  • Program Studi
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Hukum
    • S1 Teknik Informatika
    • S1 Teknik Lingkungan
    • S1 Sistem Informasi
    • S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
    • S2 Magister Manajemen
  • Tautan
    • PMB USNI
    • SIAKAD Mahasiswa
    • SIAKAD Dosen
    • Perpustakaan
    • Rumah Jurnal
    • Referal Agent
    • Karir
    • Booking Room
  • Campus Life
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • P2M Mahasiswa
    • Blog
  • Kontak
|
Pendaftaran
Logo USNI

Jadi versi terbaik diri!

  • humas@usni.ac.id
  • (021) 739 8393
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
  • Prodi
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Hukum
    • S1 Teknik Informatika
    • S1 Teknik Lingkungan
    • S1 Sistem Informasi
    • S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
    • S2 Magister Manajemen
  • Tautan
    • PMB USNI
    • SIAKAD Mahasiswa
    • SIAKAD Dosen
    • Perpustakaan
  • Campus Life
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • P2M Mahasiswa
  • Contact
Pendaftaran
Find Us

Di Balik Konten Viral, Mahasiswa USNI Kupas Tuntas Cara Baca Algoritma TikTok Bersama INDOZONE

Blog Images

Jakarta, 30 Juni 2026 – Z Creators Academy by INDOZONE x dibimbing.id bekerja sama dengan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menyelenggarakan webinar bertajuk "Cara Baca Algoritma TikTok Biar Akun Kamu Makin Gacor" secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Gregorius Satrio Adi Arto Pambudi, Retail Marketing di sebuah Global Smartphone Brand, yang membagikan wawasannya mengenai cara kerja algoritma TikTok serta strategi mengoptimalkan performa konten di platform tersebut.

Webinar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika USNI untuk memahami pentingnya strategi konten di era digital. Melalui pemaparan yang aplikatif, peserta diajak mengenali bagaimana algoritma TikTok bekerja serta faktor-faktor yang memengaruhi distribusi konten hingga dapat menjangkau lebih banyak audiens melalui halaman For You Page (FYP).

Dalam materinya, Gregorius menjelaskan bahwa berdasarkan Survei APJII 2026, TikTok menjadi platform media sosial yang paling sering diakses masyarakat Indonesia dengan persentase 31,8%, mengungguli Facebook (29,4%) dan Instagram (27,7%). Tingginya penggunaan TikTok juga didukung oleh penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 81,72%, sehingga membuka peluang besar bagi individu maupun organisasi untuk membangun personal branding dan menyampaikan pesan kepada masyarakat secara lebih luas.

"Banyak orang mengira algoritma itu rumit. Padahal, yang paling penting adalah bagaimana kita membuat konten yang benar-benar disukai audiens. Jika penonton menonton video kita sampai selesai, lalu komentar, share video, atau kembali menonton konten kita, itu menjadi sinyal positif bagi algoritma," jelas Gregorius.

Ia menerangkan bahwa algoritma TikTok bekerja dengan mempelajari perilaku setiap pengguna melalui berbagai sinyal interaksi, seperti follow, like, comment, share, hingga watch time atau durasi menonton. Seluruh data tersebut digunakan sistem untuk memahami minat pengguna dan menentukan konten yang paling relevan untuk ditampilkan pada halaman FYP.

Gregorius mengibaratkan proses distribusi konten seperti seorang guru yang membagikan materi kepada siswa. Ketika sebuah video diunggah, TikTok terlebih dahulu menampilkannya kepada sekelompok kecil audiens yang dinilai memiliki minat sesuai dengan topik konten. Respons dari kelompok awal tersebut kemudian dievaluasi. Apabila video memiliki tingkat retensi dan interaksi yang tinggi, distribusinya akan diperluas kepada audiens yang lebih besar. Sebaliknya, apabila respons kurang baik, penyebaran konten akan melambat.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah konsep golden time, yaitu satu jam pertama setelah video dipublikasikan. Menurutnya, periode tersebut menjadi waktu yang sangat menentukan karena algoritma mulai mengumpulkan sinyal awal mengenai kualitas konten. Mengingat kebiasaan pengguna TikTok yang melakukan scrolling dengan sangat cepat, kreator dituntut mampu menarik perhatian audiens hanya dalam tiga detik pertama melalui pembukaan (hook) yang kuat.

Selain memahami algoritma, peserta juga mendapatkan berbagai strategi praktis dalam membuat konten yang efektif. Gregorius menekankan pentingnya menentukan niche atau fokus tema konten agar algoritma lebih mudah mengenali karakter akun sekaligus membantu audiens memahami identitas kreator. Beberapa contoh niche yang banyak diminati antara lain teknologi, kuliner, kecantikan, fashion, edukasi, hingga gaming.

Ia juga mendorong peserta untuk tidak terlalu terpaku pada kualitas produksi yang rumit. Menurutnya, konten yang sederhana, autentik, dan memiliki pesan yang jelas justru sering kali memperoleh performa yang lebih baik dibandingkan konten yang terlalu kompleks. Setiap video sebaiknya menyampaikan satu pesan utama, memanfaatkan perangkat yang tersedia seperti kamera smartphone, berdurasi ringkas, serta berfokus pada manfaat yang diterima audiens.

Menanggapi kekhawatiran banyak kreator mengenai jumlah tayangan yang berhenti di kisaran 200–500 views, Gregorius menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berarti akun terkena shadowban.

"Jangan langsung menyimpulkan akun terkena shadowban ketika video hanya memperoleh 200 sampai 500 views. Pada fase tersebut, TikTok sebenarnya sedang menguji kualitas konten kepada kelompok audiens awal. Fokuslah pada kualitas hook di tiga detik pertama, retensi penonton, dan nilai yang diberikan kepada audiens," ungkap Gregorius.

Untuk meningkatkan peluang distribusi konten, ia menyarankan kreator agar membuat pembukaan video yang menarik dalam tiga detik pertama, menyampaikan pesan secara singkat dan langsung ke inti, menambahkan subtitle agar mudah dipahami tanpa suara, serta rutin mengevaluasi performa melalui fitur TikTok Analytics. Format konten yang terbukti menghasilkan performa terbaik kemudian dapat dikembangkan secara konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Febri Nurul Huda, S.IP., M.M., yang mewakili Wakil Rektor I dan III USNI, Dr. Dian Alanudin, MBA., GRCE., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri kreatif digital. 

"Atas arahan dan dukungan Ibu Dr. Dian Alanudin, MBA., GRCE., selaku Wakil Rektor I dan III USNI, kami menyambut baik kolaborasi dengan Z Creators Academy by INDOZONE dan dibimbing.id. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh wawasan praktis mengenai strategi membangun personal branding dan komunikasi digital melalui platform seperti TikTok ," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, USNI kembali menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Kolaborasi bersama Z Creators Academy by INDOZONE dan dibimbing.id diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang aplikatif sekaligus mendorong lahirnya kreator-kreator muda yang mampu menghasilkan konten berkualitas dan memberikan dampak positif di era ekonomi digital.

Logo Usni

Kampus yang bantu kamu #jadiversiterbaikdiri agar siap bersaing, dengan kurikulum berbasis kewirausahaan yang kreatif & kolaboratif.

Daftar Sekarang
Useful Links
  • Portal PMB
  • Portal Mahasiswa
  • Portal Orang Tua
  • Portal Dosen
Our Company
  • Perpustakaan
  • Repository
  • Rumah Jurnal
Get Contact
  • Phone: (021) 739 8393
  • E-mail: humas@usni.ac.id
  • Location: Jl. Arteri Pondok Indah No. 11 Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Copyright © 2025 Pustikom USNI All Rights Reserved