• humas@usni.ac.id
  • 082128587517
  • (021) 739 8393
Logo USNI
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
  • Program Studi
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Hukum
    • S1 Teknik Informatika
    • S1 Teknik Lingkungan
    • S1 Sistem Informasi
    • S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
    • S2 Magister Manajemen
  • Tautan
    • PMB USNI
    • SIAKAD Mahasiswa
    • SIAKAD Dosen
    • Perpustakaan
    • Rumah Jurnal
    • Referal Agent
    • Karir
    • Booking Room
  • Campus Life
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • P2M Mahasiswa
    • Blog
  • Kontak
|
Pendaftaran
Logo USNI

Jadi versi terbaik diri!

  • humas@usni.ac.id
  • (021) 739 8393
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
  • Prodi
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Hukum
    • S1 Teknik Informatika
    • S1 Teknik Lingkungan
    • S1 Sistem Informasi
    • S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
    • S2 Magister Manajemen
  • Tautan
    • PMB USNI
    • SIAKAD Mahasiswa
    • SIAKAD Dosen
    • Perpustakaan
  • Campus Life
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • P2M Mahasiswa
  • Contact
Pendaftaran
Find Us

Pembukaan Dies Natalis ke-37 Tahun USNI: Merawat Tradisi, Merayakan Pengetahuan

Blog Images

Jakarta, 12 Juni 2026 – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-37 yang diselenggarakan di Auditorium USNI. Mengusung tema “Academia dan Budaya Populer: Merawat Tradisi, Merayakan Pengetahuan”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi mengenai peran perguruan tinggi di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, senat akademik, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja sama, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan, dunia usaha, dan industri.

Dalam pidato pembukaan Dies Natalis, Rektor Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Dr. Sihar P. H. Sitorus., B.S.B.A., MBA., mengajak seluruh sivitas akademika untuk melihat kembali posisi universitas di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ketika informasi dapat diakses kapan saja melalui media sosial, platform video, hingga berbagai teknologi berbasis AI.

Menurutnya, usia ke-37 merupakan fase kematangan bagi USNI. Sejak berdiri pada tahun 1989, dunia telah mengalami transformasi yang luar biasa. Jika dahulu informasi diperoleh melalui buku, perpustakaan, dan ruang-ruang diskusi, kini masyarakat hidup di tengah banjir informasi yang datang tanpa henti.

Dalam pidatonya, Rektor mengutip lagu Land of Confusion dari Genesis untuk menggambarkan kondisi masyarakat saat ini. Di balik tampilan media sosial yang terlihat baik-baik saja, banyak orang menghadapi kecemasan ekonomi, ketidakpastian masa depan, disrupsi teknologi, hingga krisis identitas.

“Kita hidup di tengah negeri kebingungan. Informasi tersedia di mana-mana, tetapi belum tentu melahirkan pemahaman. Pengetahuan pun belum tentu menghasilkan kebijaksanaan,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, universitas tidak boleh kehilangan relevansinya. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat transfer informasi, sebab informasi kini dapat diperoleh hanya melalui layar gawai. Yang menjadi tugas utama kampus adalah membantu masyarakat mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan.

Rektor menegaskan bahwa di tengah era digital, tradisi akademik justru semakin penting. Kampus harus menjadi ruang yang melatih kemampuan berpikir kritis, rasional, dan argumentatif agar masyarakat mampu membedakan antara informasi dan pemahaman, opini dan argumentasi, sensasi dan substansi, serta antara sesuatu yang viral dengan sesuatu yang benar.

“Universitas harus menjadi penjaga nalar kritis di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, tema Dies Natalis tahun ini juga mengajak masyarakat untuk melihat hubungan baru antara dunia akademik dan budaya populer. Selama ini keduanya sering dianggap berada di dua kutub yang berbeda. Namun, menurut Rektor, budaya populer tidak perlu dimusuhi.

Film, podcast, media sosial, musik, maupun berbagai bentuk konten digital dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal ilmu pengetahuan. Seseorang dapat tertarik mempelajari sejarah setelah menonton film, memahami psikologi melalui podcast, atau mengenal isu sosial dari berbagai konten kreatif yang berkembang di ruang digital.

“Tugas universitas bukan menolak budaya populer, tetapi memandunya menjadi jalan menuju pengetahuan yang lebih mendalam,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-37, USNI menghadirkan Dzawin Nur, komika sekaligus content creator, sebagai narasumber talkshow yang mengangkat tema seputar akademia, budaya populer, dan relevansinya bagi generasi muda. Kehadiran Dzawin diharapkan dapat memberikan perspektif segar mengenai bagaimana pengetahuan dapat dikemas dan dikomunikasikan secara menarik tanpa kehilangan substansi di tengah perkembangan media digital saat ini.

Peringatan Dies Natalis ke-37 juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pada kesempatan tersebut, USNI turut mengundang sejumlah mitra strategis yang selama ini mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, di antaranya Bank Hijra, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri, PT Unilab Perdana, PT Kehatilab Indonesia, Maxy Academy, Lembaga Sensor Film (LSF), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta berbagai mitra lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan sekolah-sekolah YADIKA, PT Sabar Ganda Group, Ikatan Alumni USNI, Koordinator Sapa Raja Hotel, serta Ketua Badan Pengurus Yayasan Abdi Karya. Kehadiran para mitra tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Memasuki usia ke-37 tahun, USNI menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan dan ijazah. Lebih dari itu, universitas harus hadir sebagai institusi peradaban yang membentuk manusia berkarakter, rasional, dan bertanggung jawab.

Melalui tema “Academia dan Budaya Populer: Merawat Tradisi, Merayakan Pengetahuan”, USNI ingin memperkuat posisinya sebagai ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan kreativitas. Kampus diharapkan mampu menjaga tradisi berpikir kritis sekaligus terbuka terhadap berbagai bentuk pengetahuan baru yang lahir dari perkembangan zaman.

Menutup pidatonya, Rektor menyampaikan optimisme terhadap masa depan USNI dan generasi muda Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus merawat nalar, menjaga semangat belajar, dan tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus perubahan.

"Selamat Dies Natalis ke-37 Universitas Satya Negara Indonesia. Teruslah menjadi rumah bagi pengetahuan, tempat lahirnya gagasan, dan tempat setiap mahasiswa menemukan versi terbaik dari dirinya. Jangan pernah tersesat di negeri kebingungan," tutupnya.

Logo Usni

Kampus yang bantu kamu #jadiversiterbaikdiri agar siap bersaing, dengan kurikulum berbasis kewirausahaan yang kreatif & kolaboratif.

Daftar Sekarang
Useful Links
  • Portal PMB
  • Portal Mahasiswa
  • Portal Orang Tua
  • Portal Dosen
Our Company
  • Perpustakaan
  • Repository
  • Rumah Jurnal
Get Contact
  • Phone: (021) 739 8393
  • E-mail: humas@usni.ac.id
  • Location: Jl. Arteri Pondok Indah No. 11 Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Copyright © 2025 Pustikom USNI All Rights Reserved