Jakarta, 16 April 2026 - Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosen dalam meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI). Program hibah ini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendorong kualitas riset dan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USNI, Teguh Rifandi, S.Si., M.Env., menjelaskan bahwa proses perolehan hibah dimulai sejak tahap awal pembukaan proposal pada bulan Desember. Pada tahap ini, dosen-dosen didorong untuk mengajukan proposal melalui sistem BIMA (Basis Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).
Antusiasme dosen USNI tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan, dengan jumlah pendaftar mencapai 18 orang, naik dari tahun sebelumnya yang berkisar 11–12 pendaftar.
“Peningkatan ini tidak terlepas dari upaya pendampingan yang kami lakukan, termasuk sharing session bersama dosen yang telah berhasil memperoleh hibah di tahun sebelumnya. Dari situ, para dosen mendapatkan gambaran nyata terkait strategi, tantangan, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan proposal,” jelas Teguh Rifandi, Plt. Kepala LPPM USNI.
Dalam prosesnya, LPPM USNI berperan aktif dalam memastikan kualitas proposal yang diajukan. Mulai dari pengecekan administrasi secara detail, seperti kesesuaian jumlah kata, format penulisan, kelengkapan dokumen hingga memberikan masukan berbasis pengalaman penerima hibah sebelumnya. Setelah proposal diajukan oleh dosen, tahap selanjutnya adalah persetujuan oleh LP3M, yang kemudian melakukan proses submit ke sistem.
Proses seleksi hibah ini dikenal sangat kompetitif. Secara nasional, jumlah proposal yang masuk mencapai 104.546, dengan tingkat kelolosan hanya sekitar 17.4 persen. Hasil seleksi biasanya diumumkan pada bulan April, setelah proses pengajuan yang ditutup pada Januari.
Setelah dinyatakan lolos, dosen penerima hibah akan memasuki tahap kontrak dan penandatanganan kerja sama dengan universitas. Durasi kontrak berlangsung selama satu tahun, dengan masa pelaksanaan efektif sekitar 7–8 bulan.
Selama periode tersebut, dosen wajib menyusun laporan kemajuan (progress report) serta mengikuti proses monitoring dan evaluasi (monev), baik secara internal oleh universitas maupun eksternal oleh DIKTI. Pada tahap akhir, dosen menyusun laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilakukan.
Lebih dari sekadar pendanaan, hibah ini memiliki dampak strategis terhadap pengembangan karier dosen dan peningkatan kualitas institusi. Keikutsertaan dalam hibah nasional berkontribusi pada rekam jejak penelitian dosen, pelaporan Beban Kinerja Dosen (BKD), serta peningkatan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. Selain itu, luaran berupa publikasi ilmiah turut meningkatkan skor SINTA dan menjadi faktor penting dalam penilaian akreditasi kampus.
“Semakin banyak dosen yang memperoleh hibah, maka semakin kuat pula posisi institusi dalam aspek riset dan pengabdian. Hal ini berimplikasi langsung pada peningkatan akreditasi serta reputasi universitas,” tambahnya.
Ke depan, LPPM USNI telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan jumlah dosen yang berhasil lolos pendanaan. Salah satunya adalah dengan memperkuat budaya kolaboratif melalui sistem peer review antar dosen sebelum proposal diajukan. Selain itu, hasil evaluasi dari reviewer akan dipelajari dan disampaikan secara personal kepada dosen sebagai bahan perbaikan di masa mendatang.
Program hibah DIKTI sendiri mencakup berbagai skema, mulai dari penelitian dasar hingga penelitian terapan. Penelitian dasar umumnya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, sementara penelitian terapan dituntut menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat atau industri, termasuk analisis kebutuhan pasar dan kelayakan bisnis.
Dengan capaian ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Satya Negara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.
Daftar Dosen Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026:
1. Model Klasifikasi Kelayakan Mitra Dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Algoritma Machine Learning C4.5 untuk Jaminan Keamanan Pangan
Skema: Penelitian Dosen Pemula
Dosen: Abdul Kholiq, S.Kom., M.Kom. (FT)
2. Pemetaan Degradasi Daerah Penangkapan Ikan Berbasis Alat Penangkapan dan Parameter Lingkungan di Perairan Utara Provinsi Jawa Tengah
Skema: Penelitian Dosen Pemula
Dosen:
Dr. Ir. Dwi Ernaningsih M.Si. (FPIK)
Ir. Riena F. Telussa M.Si. (FPIK)
3. Analisis Konsentrasi Logam Berat pada Air Lindi yang Tercemar Sampah Rokok Elektrik dengan Metode Bioleaching
Skema: Penelitian Dosen Pemula
Dosen:
Teguh Rifandi, S.Si., M.Env. (FT)
Sri Rachmawati Hidayah Siregar S.T., M.T. (FT)
Yuli Setiawan S.A.B., M.A. (FEB)
4. Peningkatan Keterampilan Komunikasi, Pemasaran Digital, dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Penjualan Pengrajin Batik Kembang Mayang
Skema: Pemberdayaan Masyarakat Pemula
Dosen:
Pradono Budi Saputro, M.Si. (FISIP)
Risqi Inayah Dwijayanti, S.I.Kom., M.I.Kom. (FISIP)
Drs. Solten Rajagukguk, M.M. (FISIP)
5. Optimalisasi Gastrodiplomasi sebagai Inovasi Kuliner Nusantara: Pemberdayaan UMKM Idalicious melalui Pengembangan Bisnis Digital, Komunikasi Pemasaran Digital, dan Branding Jajanan Tradisional
Skema: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
Dosen:
A. Kurniawan Ulung M.A. (FISIP)
Risqi Inayah Dwijayanti, S.I.Kom., M.I.Kom. (FISIP)
Yuli Setiawan S.A.B., M.A. (FEB)
6. Pemberdayaan Karang Taruna Kelurahan Cawang sebagai Digital Creative Hub: Integrasi Pelatihan Video Storytelling Komunitas dan Pengembangan Sistem Informasi E-Catalog Produk Lokal
Skema: Pemberdayaan Masyarakat Pemula
Dosen:
Helen Olivia S.I.Kom., M.I.Kom. (FISIP)
Fitri Sarasati S.I.Kom., M.Sc. (FISIP)
Abdul Kholiq, S.Kom., M.Kom. (FT)