Kampus A: Jl. Arteri Pondok Indah No. 11 Kebayoran Lama - Jakarta Selatan
Kampus B: Jl. H. Jampang No. 91, Jatimulya - Bekasi

INFO LINE : (021) 739 8393
Home » News » Wakil Rektor III Bersama Dr. Wiranto
Agenda :

Wakil Rektor III Bersama Dr. Wiranto

Jenderal TNI (Purn) Wiranto adalah politikus Indonesia dan tokoh militer Indonesia. Wiranto lahir di Jogjakarta pada tanggal 4 April 1947 dari pasangan RS Wirowijoto dengan istrinya yang bernama Suwarsijah. Ayah Wiranto berkerja sebagai seorang guru sekolah dasar sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Saat Wiranto berusia satu bulan, dia dibawa orang tuanya pindah ke Surakarta karena terjadi agresi Belanda yang menyerang kota Yogyakarta. Di Surakarta, Wiranto menyelesaikan sekolahnya hingga dia lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Surakarta. 

Setamat SMA, Wiranto melanjutkan studinya dengan masuk ke Akademi Militer Nasional dan lulus pada tahun 1968. Nama Wiranto mulai menarik perhatian publik saat dia dipercaya untuk menjadi ajudan Presiden Soeharto. Perjalanan karier seorang prajurit tidak terlepas dari faktor dedikasi dan kemampuannya. Demikian halnya karier Wiranto kian menanjak tatkala ABRI memberi kepercayaan kepadanya menjadi Ajudan Presiden RI selama 4 tahun (1989-1993). Suatu masa jabatan Ajudan Presiden yang relatif lama.

Setelah menjadi ajudan presiden, karier militer Wiranto semakin meningkat ketika dia dipromosikan menjadi Kasdam Jaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga menjadi KSAD. Pada bulan Maret 1998, Presiden Soeharto kembali menunjuk Wiranto, kali ini untuk menjadi Pangab (sekarang disebut Panglima TNI). Kala itu terjadi pergantian pucuk kepemimpinan nasional dari Presiden Soeharto ke Presiden BJ Habibie. Posisi Wiranto ini tetap dipertahankan hingga era Presiden BJ Habibie.

Ketika Presiden BJ Habibie lengser di tahun 1999 dan digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden keempat Indonesia, posisi Wiranto di pemerintahan tetap tak bergeming. Dia dipercaya oleh Presiden Abdurrahman Wahid untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, namun akhirnya dia dinonaktifkan dan mengundurkan diri. Pada 26 Agustus 2003, ia meluncurkan buku otobiografi dengan judul Bersaksi di Tengah Badai. Di tahun 1004, Wiranto memenangi konvensi Partai Golkar atas Ketua Umum Partai Golkar Ir. Akbar Tandjung. 

Dengan kemenangan ini, Wiranto kemudian melaju sebagai kandidat presiden pada 2004 bersama pasangannya, Salahuddin Wahid. Pada pemilihan ini, Wiranto gagal melaju karena langkahnya terganjal pada babak pertama setelah menempati urutan ketiga. Di tahun 2006, nama Wiranto kembali meramaikan bursa politik. Dia tampil sebagai ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura) yang dia dirikan pada tanggal 21 Desember 2006. Wiranto memperkenalkan partai yang dibentuknya ini di Hotel Kartika Chandra, Jakarta dan dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan.(https://profil.merdeka.com/indonesia/w/wiranto/)

Wakil Rektor III USNI memberikan masukan pemikiran dan pembangunan K.A.S.I.H kepada Dr. Wiranto selaku Menkopolhukam RI dihadapan Wakil Rektor Se Jabodetabek pada hari Kamis, 4 Mei 2017.

Author : Admin

BERITA SEBELUMNYA
Rektor USNI, Membentuk Karakter Cerdas, Berjiwa Cinta Tanah Air

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sebagai awal pengayaan pembentukan karakter yang cerdas namun tetap berjiwa cinta tanah air,

Rektor USNI, Mengunjungi Mabes Polri

BBRITABUANA.CO, JAKARTA – kepala Badan Inteljen Keamanan Negara RI, Komisaris Jendral Polisi, Drs. Lutfi Lubihanto ,M.M