Potensi Laut di Natuna Diperkirakan Capai USD400 Juta Per Tahun

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan potensi kelautan yang ada di Kepulauan Natuna. Bahkan, sebagian nelayan yang selama ini berada di pesisir Pantura ikut dimigrasikan ke Natuna, Kepulauan Riau.


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai, Kepulauan Natuna memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Bahkan, untuk sektor perikanan saja potensinya diperkirakan mencapai USD400 juta atau sekitar Rp5,26 triliun (estimasi kurs Rp13.166/USD).


"Kurang lebih nilai ekonomi (Kepulauan Natuna) 400 ribu ton ikan per tahun. Jadi kalau dikali USD1 bisa sampai USD400 juta," ujarnya di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (26/7/2016).


Untuk mengembangkan potensi perikanan di wilayah tersebut, sejumlah cara akan dilakukan KKP. Bahkan, dalam dua tahun ke depan anggaran yang disiapkan untuk Natuna mencapai Rp300 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk penyediaan kapal, alat tangkap, asuransi nelayan hingga pengembangan fasilitas bangunan darat.


"Kalau untuk tahun ini saja Rp60 miliar. Pembangunan sudah jalan, pengurukannya selesai, dermaga selesai, cold storage 200 ton. Jadi sudah terjadi," imbuh dia. (Baca: Menteri Susi: Reshuffle Bukan Akhir dari Dunia)


Sementara terkait perpindahan nelayan Pantura ke Natuna, Susi memastikan tidak akan terjadi konflik dengan nelayan lokal. Sebab, nelayan Pantura akan ditempatkan di atas 12 mil.


"Nelayan dari Pantura akan gerak di atas 12 mil. Mereka enggak boleh masuk ke 12 milnya Pulau Natuna, itu wilayahnya provinsi sampai 12 mil," tandasnya.